MACAM-MACAM ALGORITMA DAN PENJELASAN NYA..!!

Macam-macam Algoritma

  • Menggunakan bahasa sendiri
  • flow chart
  • pseudocode

A.    Menggunakan bahasa sendiri

  • Contoh
  • Algoritma luas persegi :
    Dapatkan nilai panjang
  • Dapatkan nilai lebar
  • Kalikan keduanya
  • Simpan hasilnya dalam Luas

 RUMUS Agoritma untuk menghitung luas dan keliling lingkaran :

  1. Algoritma Luas_Keliling_Lingkaran (ini merupakan judul algoritma)

{

Menghitung luas dan keliling untuk ukuran jari-jari tertentu. Algoritma menerima masukkan jari-jari lingkaran, menghitung luas dan kelilingnya, dan mencetak luas lingkaran ke piranti keluaran

}      (ini spesifikasi algoritma)

  1. Deklarasi

const phi = 3.14 {nilai konstanta phi}

R          : real {jari-jari lingkaran}

Luas     : real {luas lingkaran}

Keliling : real {keliling lingkaran}

  1. Deskripsi

Read (R)

Luas     = phi * R * R

Keliling       = 2 * phi * R

Write (luas, keliling)

B.    Menggunakan Flow-Chart

Flowchart adalah adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

1.     SIMBOL – SIMBOL FLOWCHART

a.       FLOW DIRECTION SYMBOLS

Yaitu, simbol yang dipakai untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol lainnya atau disebut juga connecting line

b.      PROCESSING SYMBOLS

Merupakan simbol yang menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur

c.       INPUT OUTPUT SYMBOLS

Simbol yang dipakai untuk menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output

C.     Menggunakan Pseudocode

1.     Pengertian Pseudocode
Pseudo-code merupakan cara untuk menerangkan suatu algoritma dengan menggunakan tata cara penulisan bahasa pemrograman tertentu. Sebagaimana namanya, pseudo-code tidak dapat dieksekusi langsung pada komputer, tetapi merupakan model dan harus diubah menjadi kode pemrograman yang sebenarnya.

2.     Tujuan Penggunaan Pseudocode

Tujuan dari penggunaan pseudecode adalah untuk mempermudah manusia dalam pemahaman dibandingkan menggunakan bahasa pemrograman yang umum digunakan, terlebih aspeknya yang ringkas serta tidak bergantung pada suatu sistem tertentu merupakan prinsip utama dalam suatu algoritma.

3.     Ciri Pseudocode

  • Pseudocode adalah kode / tanda / notasi yang menyerupai atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu masalah
  • Pseudocode sering digunakan oleh seseorang untuk menuliskan algoritma dari suatu permasalahan
  • Pseudocode berisikan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah (hampir sama dengan algoritma), hanya saja bentuknya sedikit berbeda dari algoritma
  • Pseudocode menggunakan bahasa yang hampir menyerupai bahasa pemograman. Selain itu biasanya pseudocode menggunakan bahasa yang mudah dipahami secara universal dan juga lebih ringkas dari pada algoritma.
  • Tidak ada aturan baku yang mengikat tentang penulisan pseudocode

D.    Aturan Penulisan Teks Algoritma

1.     Judul Algoritma

Bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama sebaiknya singkat dan menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut.

2.      Deklarasi

Bagian untuk mendefinisikan semua nama yang digunakan di dalam program. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, peubah, tipe, prosedure, dan fungsi.

3.     Deskripsi

Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditulis dengan menggunakan notasi yang akan dijelaskan selanjutnya.

E.     Ciri – ciri Algoritma

  • Ada input
  • Ada proses
  • Ada output
  • Memiliki perintah yang jelas

F.     Sifat algoritma

  • Tidak menggunakan sintak atau simbol dari suatu bahasa pemprograman
  • Tidak tergantung dari suatu bahasa pemrograman
  • Dapat digunakan untuk semua bahasa pemprograman

E.     Translasi Teks Algoritma ke dalam Teks Program Bahasa C

  1. Teks algoritma adalah hasil pemikiran yang konseptual. Agar dapat dilaksanakan oleh komputer maka algoritma harus ditranslasi ke dalam notasi bahasa pemrograman.
  2. Struktur program C juga terdiri dari tiga bagian:
    1. Judul Program à sifatnya adalah optional dan tidak signifikan di dalam program. Jika dituliskan dapat digunakan untuk memberi nama program dan sifatnya sebagai dokumentasi saja. Judul program jika ditulis, harus terletak pada awal program dan diakhiri dengan titik koma.
    2. Bagian Deklarasi à digunakan bila di dalam program menggunakan pengenal (identifier). Identifier dapat berupa label, konstanta, tipe, peubah, prosedur dan fungsi. Jika suatu program menggunakan identifier, Bahasa Pascal menuntut supaya identifier tersebut dikenalkan terlebih dahulu sebelum digunakan, yaitu dideklarasikan terlebih dahulu di dalam bagian ini.
    3. Bagian Deskripsi àmenunjukkan suatu tindakan yang dikerjakan oleh program. Tindakan yang dilakukan oleh program tergantung pada instruksi-instruksi yang diberikan. Instruksi-instruksi yang akan diberikan untuk dikerjakan ditulis di antara kata cadangan Begin dan End. Akhir penulisan dari End diakhiri dengan tanda baca titik (‘.’). Yang perlu diperhatikan bahwa setiap instruksi per barisnya diakhiri dengan tanda baca titik koma (‘;’).
Iklan

maaf bila saya sedang sibuk...!! tinggalkan komentar anda.. nanti saya akan berikan anda respon... terimaksih atas kunjungan anda...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s